Baca selengkapnya
Proses Pasca Panen Dalam Kopi
1.Proses basah (Washed Penuh)
Dalam proses basah, biji kopi yang sudah dipetik ke dalam proses pemisahan (menyortir). Pada tahap ini, biji diletakkan di dalam air dan jika biji kopi float, menunjukkan biji kopi yang rusak. biji biji kopi kopi yang rusak ini kemudian dipisahkan dari yang lain.
Setelah pemisahan biji kopi yang rusak dan yang baik, langkah selanjutnya adalah pengupasan kulit dan daging dari biji kopi menggunakan pulper atau pengupas. Ketika dikupas dengan mesin pulper, biji kopi akan dimasukkan ke dalam tangki yang telah diisi dengan air. Proses ini dilakukan untuk melarutkan lendir pada kulit kopi (perkamen). Setelah itu, salinan yang telah dibersihkan ini ke tahap berikutnya dari proses perendaman. Perendaman biji kopi biasanya dilakukan untuk 12-34 jam,lama tidaknya tergantung pada kelembaban dan suhu faktor lingkungan. Selama proses perendaman, air rendaman harus diganti sekali.
Setelah perendaman selesai, langkah selanjutnya adalah pengeringan. Proses ini dilakukan untuk mengurangi kadar air biji berada dalam rasio 10-12%. Setelah kering, biji disimpan sebelum beristirahat atau beristirahat, yang pada tahap ini biji dimasukkan ke dalam huller untuk menghilangkan kulit tanduk (juga disebut pergamino). Proses ini lebih disukai karena kemungkinan kegagalan petani kopi sangat kecil. Basah kopi olahan (dicuci) biasanya akan menghasilkan infus yang bersih atau karakter rasa yang lebih jelas. Selain itu juga,umumnya kopi menggunakan proses inioleh sebab itu kopi memiliki aroma yang sangat kuat, aftertaste keasamanpada kopi lebih berkesan dan lebih tinggi.
Lain halnya dalam kopi arabika, proses basah jika dilakukan pada kopi robusta itu akan mengurangi tingkat kopi menjadi tubuh yang lebih datar (bisu) dan mellow. Metode ini biasanya digunakan untuk kopi robusta menghasilkan lebih ringan atau lebih dikenal sebagai robusta halus.
kopi mencoba penasaran dengan proses Dicuci penuh? cek di sini.
2.Basah Giling (Semi Dicuci / basah dikuliti)
Proses ini hampir mirip dengan proses yang sudah basah kami jelaskan di atas. Namun, metode penggilingan basah, air yang digunakan tidak terlalu banyak. Air hanya digunakan dalam proses perendaman dan saat membersihkan biji kopi saja. Proses ini adalah proses pasca panen yang khas di Indonesia, terutama di daerah Sumatera Utara dan Toraja.
Langkah pertama dalam metode penggilingan basah adalah stripping dari pulp ceri kopi menggunakan mesin. Setelah dikupas, biji direndam dalam air selama 1-2 jam untuk bersih. Ketika selesai perendaman, kacang dikeluarkan dan dikeringkan. Pada tahap ini, biji harus sering dibalik sehingga tingkat kekeringan merata. Di Sumatera, tahap pertama dari proses pengeringan memakan waktu sekitar 2-3 hari untuk kulit perkamen terbuka. Saat kulit perkamen terbuka, biji akan lebih cepat kering bila dibandingkan dengan proses basah (dicuci).
Proses selanjutnya adalah pengupasan perkamen kulit. Mirip dengan proses basah, pengupasan dilakukan dengan menggunakan huller tersebut. Setelah selesai, biji akan menjalani proses pengeringan kedua. pengeringan dilakukan sampai kadar air yang terdapat dalam biji kopi mencapai 10-12%. Angka itu adalah jumlah pedoman standar yang digunakan di seluruh peindustrian kopi, untuk menghindari kerusakan/kebusukan pada kopi karena terlalu kering. Dalam metode basah, aroma tanah akan memberikan rasa pahit pada kopi, namun dalam metode semi-dicuci sedikit berbeda. Hal ini menyebabkan aroma pedas bersahaja dan profil yang kuat.
3.Proses kering (Natural / kering Proses)
Metode pengolahan biji kopi yang paling sederhana dan paling organik adalah proses kering atau pengolahan kering. proses kering ini sering disebut juga sebagai proses alami, karena selain sederhana, buah kopi masih utuh. Bayangkan anggur pengeringan seperti menjadi kismis. Selain itu proses fermentasi juga tidak menggunakan September air
4.pulp alam atau Madu
Proses ini pertama kali ditemukan di Brazil, yang dikenal sebagai Cereja Descascada, yang berarti cherry dikupas.
Proses ini mirip dengan proses basah (dicuci), tetapi pada tahap ini lendir pada buah kopi dihilangkan dengan menggunakan mesin cuci, tanpa melalui proses fermentasi sama sekali. buah kopi, yang memiliki lima lapisan kulit (pulp), lendir (lendir), perkamen (perkamen), kulit berwarna silver (sekam), dan kacang-kacangan (biji kopi).







0 Reviews